JATIWANGI,- KIM Jatiwangi, Apa yang terjadi jika anak mengetahui seks dari sumber yang salah ? Tindakan tanpa tanggungjawab ? Jika anak-anak melihah adegan seks atau hal-hal yuang mengandung penyimpangan seksual lainya, dalam pikiran mereka akan terekam pesan bahwa seks boleh dilakukan kapan saja dan dengan siapa saja.
Di Amerika Serikat, sekitar satu dari empat remaja yang telah melakukan hubungan seksual, menderita penyakit kelamin tiap tahun. Hal ini menghasilkan 3 juta kasus penyakit kelamin pada remaja. Rata-rata insfeksi Syphilis di antara para remaja telah meningkat lebih 2 kali lipat, sejak pertengahan tahun 1980-an. jumlah anak yang terkenapenyakit kelamin setiap tahunnya, lebih banyak dibanding jumlah seluruh penderita polio selama 11 tahun, saat terjadi wabah pada tahun 1942-1953. Hasil lain terlihat jelas dengan adanya aktivitas seksual pada anak-anak adalah peningkatan jumlah kehamilan di antara para pelajar.
Banyaknya kasus Pelecehan seksual menurut hasil penelitian di lapangan lebih khususnya di kelurahan jatiwangi, anak dibawah 14 tahun yang melilah hubungan seks, lebih banyak terlibat praktek penyimpangan seksual, terutama perkosaan. Sedikitnya lebih dari sepertiga pelaku pelecehan seksual pada anak dan pemerkosa dalam dalam penelitian ini, melakukannya akibat terangsang adegan seks yang sebelumnya ditoton. "ujar, Anggar wijaya (17/2).
Adapun solusi yang dapat kita lakukan, pendidikan seks menurut usia nya yaitu dengan cara mengunakan istilah-istilah yang tepat pada saat anak bertanya, gunakan istilah yang sebenarnya seperti istilah sel telur dan air mani dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan dari si anak, segera bertanya kepada anak sejauh mana yang di ketahuinya tentang seks. jangan sampai timbul pikiran-pikiran negatif yang di kreasikan oleh pikirannya sendiri.



0 Comments